Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang terus memperluas jejaring internasional di bidang industri kreatif. Rangkaian agenda penguatan ekosistem musik diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah institusi musik internasional, yakni Sony Music Entertainment Malaysia Sdn. Bhd., Purnama Records, Datu Entertainment Malaysia Sdn. Bhd., dan Padu Records. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi pendidikan, pengembangan talenta, dan penguatan hubungan antara dunia akademik dan industri musik global.
Sebagai tindak lanjut dari kemitraan tersebut, Program Studi Musik Film ISI Padangpanjang menyelenggarakan lokakarya dan workshop musik bertajuk “Menyikapi Industri Musik Masa Kini: Strategi untuk Sukses di Era Digital” pada Rabu, 10 Desember 2025. Bertempat di Auditorium Boestanul Arifin Adam, kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika ISI Padangpanjang, mahasiswa lintas program studi, serta pelajar dan guru seni dari Kota Padangpanjang dan sekitarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Musik Film ISI Padangpanjang dengan Sony Music Entertainment (Malaysia), Purnama Records (Malaysia), Padu Records (Malaysia), dan Datu Entertainment (Malaysia), serta didukung oleh Batuang Arte n Design, MAC (Minangkabau Art Culture), Alir Pictures, dan IBBT Institute. Kolaborasi ini mempertegas komitmen bersama dalam membangun ekosistem musik yang adaptif terhadap perkembangan industri global.
Lokakarya dan workshop menghadirkan Syed Azleem dari Sony Music Entertainment (Malaysia), Rumhadi Rumnan dari Datu Entertainment (Malaysia), serta Mohammad Dary, S.Sn., M.Sn., sebagai pembicara tuan rumah. Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Sn. Fahmi Marh, M.Sn., selaku Ketua Program Studi Musik Film ISI Padangpanjang, yang mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus pada isu-isu strategis industri musik di era digital.
Dalam sambutannya, Senior A&R Manager Sony Music Entertainment Sdn. Bhd. Malaysia, Syed Azleem, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pimpinan ISI Padangpanjang dan seluruh civitas akademika. Ia menegaskan komitmen Sony Music untuk terlibat secara langsung dalam pencarian dan pengembangan talenta mahasiswa di lingkungan kampus, sebagai bagian dari upaya menciptakan regenerasi musisi dan pelaku industri musik yang berdaya saing internasional.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Mohammad Dary yang memaparkan perjalanan musik populer lintas dekade. Paparan dimulai dari era 1970-an dengan dominasi Rock dan Disco, berlanjut ke era 1980-an melalui Synthpop dan early electronic, kemudian era 1990-an dengan Classic Rock Revival dan Alternative. Memasuki tahun 2000-an, musik berkembang melalui Pop Rock, Nu-Metal, Emo, dan Boyband, hingga periode 2010–2020 yang ditandai oleh EDM, Pop, Hip-hop, Trap, dan Bedroom Pop. Tren mutakhir pada rentang 2020–2025 menunjukkan kembalinya estetika retro dan vintage revival sebagai respons atas dinamika budaya global.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi agar karya musik dapat menjangkau pendengar yang lebih luas hingga cara membangun kepercayaan klien terhadap sebuah label musik. Para narasumber menekankan pentingnya promosi yang konsisten, pemahaman terhadap karakter audiens, serta penguatan branding dan identitas sebagai kunci membangun kepercayaan dan keberlanjutan di industri musik.
Diskusi juga menyinggung isu aktual mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penciptaan musik. Pembahasan ini memunculkan beragam perspektif kritis. Di satu sisi, terdapat kekhawatiran terhadap karya musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI dan berpotensi mengaburkan peran kreatif manusia. Di sisi lain, AI dipandang dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu atau referensi dalam proses kreatif, selama keputusan artistik dan ekspresi musikal tetap berada di tangan pencipta.
Melalui kegiatan ini, ISI Padangpanjang menegaskan perannya sebagai ruang dialog produktif antara pendidikan seni dan industri musik. Lokakarya dan workshop ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dan peserta dengan pemahaman yang relevan, strategis, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan serta peluang industri musik di era digital yang terus berkembang.
